Sabtu, 11 Desember 2010

Sistem Imun Non Spesifik

BAB I
PENDAHULUAN

Imunitas atau kekebalan adalah sistem mekanisme pada organisme yang melindungi tubuh terhadap pengaruh biologis luar dengan mengidentifikasi dan membunuh patogen serta sel tumor. Sistem ini mendeteksi berbagai macam pengaruh biologis luar yang luas, organisme akan melindungi tubuh dari infeksi, bakteri, virus sampai cacing parasit, serta menghancurkan zat-zat asing lain dan memusnahkan mereka dari sel organisme yang sehat dan jaringan agar tetap dapat berfungsi seperti biasa. Deteksi sistem ini sulit karena adaptasi patogen dan memiliki cara baru agar dapat menginfeksi organisme.
Sistem kekebalan tubuh melindungi organisme dari infeksi dengan lapisan pelindung kekhususan yang meningkat. Pelindung fisikal mencegah patogen seperti bakteri dan virus memasuki tubuh. Jika patogen melewati pelindung tersebut, sistem imun bawaan menyediakan perlindungan dengan segera, tetapi respon tidak-spesifik. Sistem imun bawaan ditemukan pada semua jenis tumbuhan dan binatang.Namun, jika patogen berhasil melewati respon bawaan, vertebrata memasuki perlindungan lapisan ketiga, yaitu sistem imun adaptif yang diaktivasi oleh respon bawaan. Disini, sistem imun mengadaptasi respon tersebut selama infeksi untuk menambah penyadaran patogen tersebut. Respon ini lalu ditahan setelah patogen dihabiskan pada bentuk memori imunologikal dan menyebabkan sistem imun adaptif untuk memasang lebih cepat dan serangan yang lebih kuat setiap patogen tersebut ditemukan.
System imun dibedakan mejadi dua, yaitu sistem kekebalan alami (imun non spesifik) dan sistem kekebalan didapat (spesifik). Sistem kekebalan alami yaitu  pertahanan tubuh terdepan dalam menghadapi serangan berbagai mikroorganisme atau benda asing lain (respon langsung terhadap antigen). Sistem imun didapat yaitu hanya dapatmenghancurkan benda asng yang sudah dikenal sebelumnya.
Komponen komponen system imun non spesifik ada empat, yaitu pertahanan fisik atau mekanik, pertahanan biokimia, pertahanan humoral, dan pertahanan seluler.





BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian sistem imun non spesifik
            Sistem kekebalan alami yaitu  pertahanan tubuh terdepan dalam menghadapi serangan berbagai mikroorganisme atau benda asing lain (respon langsung terhadap antigen). Kekebalan tubuh non spesifik merupakan respon alamiah dari tubuh yang berfungsi melindungi tubuh dari antigen baik dari lingkungan ekterna maupun interna. Ada 3 macam yaitu Fisik ( kulit, mukosa, batuk, diare, bersin ); Bahan larut / biokimia { Ph keringat dan vagina, HCL dilambung, lisozim ( keringat,air mata dll ), laktoferin ( Asi, serum, spermin ) }; Selular fagosit, makrofag, natural killer.
            Ketika kuman atau bakteri masuk kedalam tubuh maka terjadi proses rekognisi dimana antigen itu dicoba dikenali ( self or non self ) sebelum bereaksi, biasanya dengan menggunakan limfosit. Setelah itu terjadi proses proliferasi dimana limfosit yang beredar mengirimkan pesan ke nodus limfatik untuk mensensitisasi limfosit tubuh menjadi limfosit T / limfosit B. Kemudian baru terjadi respon baik itu humoral dan selular.
            Perbedaan antara imunitas non spesifik dan spesifik adalah imunitas non spesifik berespons dengan cara yang sama pada paparan berikutnya dengan mikroba, sedangkan imunitas spesifik akan berespons lebih efisien karena adanya memori imunologik.

B, Komponen imunitas non spesifik
Sistem imun non spesifik terdiri dari epitel (sebagai barrier terhadap infeksi), sel-sel dalam sirkulasi dan jaringan, serta beberapa protein plasma.
1. Barrier epitel
Tempat masuknya mikroba yaitu kulit, saluran gastrointestinal, dan saluran pernapasan dilindungi oleh epitel yang berfungsi sebagai barrier fisik dan kimiawi terhadap infeksi. Sel epitel memproduksi antibodi peptida yang dapat membunuh bakteri. Selain itu, epitel juga mengandung limfosit intraepitelial yang mirip dengan sel T namun hanya mempunyai reseptor antigen yang terbatas jenisnya. Limfosit intraepitelial dapat mengenali lipid atau struktur lain pada mikroba. Spesifisitas dan fungsi limfosit ini masih belum jelas.

2. Sistem fagosit
Terdapat 2 jenis fagosit di dalam sirkulasi yaitu neutrofil dan monosit, yaitu sel darah yang dapat datang ke tempat infeksi kemudian mengenali mikroba intraselular dan memakannya (intracellular killing). Sistem fagosit dibahas dalam bab tersendiri.


3. Sel Natural Killer (NK)
Sel natural killer (NK) adalah suatu limfosit yang berespons terhadap mikroba intraselular dengan cara membunuh sel yang terinfeksi dan memproduksi sitokin untuk mengaktivasi makrofag yaitu IFN-γ. Sel NK berjumlah 10% dari total limfosit di darah dan organ limfoid perifer. Sel NK mengandung banyak granula sitoplasma dan mempunyai penanda permukaan (surface marker) yang khas. Sel ini tidak mengekspresikan imunoglobulin atau reseptor sel T. Sel NK dapat mengenali sel pejamu yang sudah berubah akibat terinfeksi mikroba. Mekanisme pengenalan ini belum sepenuhnya diketahui. Sel NK mempunyai berbagai reseptor untuk molekul sel pejamu (host cell), sebagian reseptor akan mengaktivasi sel NK dan sebagian yang lain menghambatnya. Reseptor pengaktivasi bertugas untuk mengenali molekul di permukaan sel pejamu yang terinfeksi virus, serta mengenali fagosit yang mengandung virus dan bakteri. Reseptor pengaktivasi sel NK yang lain bertugas untuk mengenali molekul permukaan sel pejamu yang normal (tidak terinfeksi).
4. Sistem komplemen
Sistem komplemen merupakan sekumpulan protein dalam sirkulasi yang penting dalam pertahanan terhadap mikroba. Banyak protein komplemen merupakan enzim proteolitik. Aktivasi komplemen membutuhkan aktivasi bertahap enzim-enzim ini yang dinamakan enzymatic cascade.
5. Sitokin pada imunitas non spesifik
Sebagai respons terhadap mikroba, makrofag dan sel lainnya mensekresi sitokin untuk memperantarai reaksi selular pada imunitas non spesifik. Sitokin merupakan protein yang mudah larut (soluble protein), yang berfungsi untuk komunikasi antar leukosit dan antara leukosit dengan sel lainnya. Sebagian besar dari sitokin itu disebut sebagai interleukin dengan alasan molekul tersebut diproduksi oleh leukosit dan bekerja pada leukosit (namun definisi ini terlalu sederhana karena sitokin juga diproduksi dan bekerja pada sel lainnya). Pada imunitas non spesifik, sumber utama sitokin adalah makrofag yang teraktivasi oleh mikroba. Terikatnya LPS ke reseptornya di makrofag merupakan rangsangan kuat untuk mensekresi sitokin. Sitokin juga diproduksi pada imunitas selular dengan sumber utamanya adalah sel T helper (TH).
6. Protein plasma lainnya pada imunitas non spesifik
Berbagai protein plasma diperlukan untuk membantu komplemen pada pertahanan melawan infeksi. Mannose-binding lectin (MBL) di plasma bekerja dengan cara mengenali karbohidrat pada glikoprotein permukaan mikroba dan menyelubungi mikroba untuk mempermudah fagositosis, atau mengaktivasi komplemen melalui jalur lectin. Protein MBL ini termasuk dalam golongan protein collectin yang homolog dengan kolagen serta mempunyai bagian pengikat karbohidrat (lectin). Surfaktan di paru-paru juga tergolong dalam collectin dan berfungsi melindungi saluran napas dari infeksi. C-reactive protein (CRP) terikat ke fosforilkolin di mikroba dan menyelubungi mikroba tersebut untuk difagosit (melalui reseptor CRP pada makrofag). Kadar berbagai protein plasma ini akan meningkat cepat pada infeksi. Hal ini disebut sebagai respons fase akut (acute phase response).

Cara kerja respons imun non spesifik dapat bervariasi tergantung dari jenis mikroba. Bakteri ekstraselular dan jamur dimusnahkan oleh fagosit, sistem komplemen, dan protein fase akut. Sedangkan pertahanan terhadap bakteri intraselular dan virus diperantarai oleh fagosit dan sel NK, serta sitokin sebagai sarana penghubung fagosit dan sel NK.

C. Penghindaran mikroba dari imunitas non spesifik
Mikroba patogen dapat mengubah diri menjadi resisten terhadap imunitas non spesifik sehingga dapat memasuki sel pejamu. Beberapa bakteri intraselular tidak dapat didestruksi di dalam fagosit. Lysteria monocytogenes menghasilkan suatu protein yang membuatnya lepas dari vesikel fagosit dan masuk ke sitoplasma sel fagosit. Dinding sel Mycobacterium mengandung suatu lipid yang akan menghambat penggabungan fagosom dengan lisosom. Berbagai mikroba lain mempunyai dinding sel yang tahan terhadap komplemen. Mekanisme ini digunakan juga oleh mikroba untuk melawan mekanisme efektor pada imunitas selular dan humoral.


D. Peran imunitas non spesifik dalam menstimulasi respons imun spesifik
Selain mekanisme di atas, imunitas non spesifik berfungsi juga untuk menstimulasi imunitas spesifik. Respons imun non spesifik menghasilkan suatu molekul yang bersama-sama dengan antigen akan mengaktivasi limfosit T dan B. Aktivasi limfosit yang spesifik terhadap suatu antigen membutuhkan 2 sinyal; sinyal pertama adalah antigen itu sendiri, sedangkan mikroba, respons imun non spesifik terhadap mikroba, dan sel pejamu yang rusak akibat mikroba merupakan sinyal kedua. Adanya “sinyal kedua” ini memastikan bahwa limfosit hanya berespons terhadap agen infeksius, dan tidak berespons terhadap bahan-bahan non mikroba. Pada vaksinasi, respons imun spesifik dapat dirangsang oleh antigen, tanpa adanya mikroba. Dalam hal ini, pemberian antigen harus disertai dengan bahan tertentu yang disebut adjuvant. Adjuvant akan merangsang respons imun non spesifik seperti halnya mikroba. Sebagian besar adjuvant yang poten merupakan produk dari mikroba.

Mikroba di dalam darah mengaktivasi sistem komplemen melalui jalur alternatif. Pada aktivasi komplemen, diproduksi C3d yang akan berikatan dengan mikroba. Pada saat limfosit B mengenali antigen mikroba melalui reseptornya, sel B juga mengenali C3d yang terikat pada mikroba melalui reseptor terhadap C3d. Kombinasi pengenalan ini mengakibatkan diferensiasi sel B menjadi sel plasma. Dalam hal ini, produk komplemen berfungsi sebagai “sinyal kedua” pada respons imun humoral.








BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
            Dari isi makalah kami, maka dapat disimpulkan bahwa :
1. komponen imunitas non spesifik ada 6, yaitu:
a. barriel epitel
b. system fagosit
c. sel natural killer (NK) 
d. system komplemen
e. sitokin pada imunitas non spesifik
f. protein plasma lainnya pada imunitas non spesifik
2. Peran imunitas non spesifik dalam menstimulasi respons imun spesifik
imunitas non spesifik berfungsi juga untuk menstimulasi imunitas spesifik. Respons imun non spesifik menghasilkan suatu molekul yang bersama-sama dengan antigen akan mengaktivasi limfosit T dan B.

Daftar Pustaka

Brokks, geo F. Dkk. 2005. Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta : Penerbit salemba medika

Guyton, Arthyr C., Hall, John E. 2008. Buku ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC


Referensi


http:/www.wikipedia.org/wiki/imunitas

Baca SelengkapnyaSistem Imun Non Spesifik

Sabtu, 04 Desember 2010

Memahami Hidup

Belajar untuk mengerti dan memahami terkadang begitu sulit, walau sebenarnya itu adalah sebuah keharusan,,,


Beberapa tahun yang lalu, aku pernah memahami sebuah kata yang menurutku saat itu yah cukup bijak dan tidak akan merugikan siapapun,  tapi nyatanya itu semua sudah tidak berlaku saat ini,
"kata mencintai berarti memiliki kalau tak memiliki maka buat apa mencintai ?"
dalam benakku saat itu aku mencintai Bunda dan aku masih memiliki Bunda, dan aku mencintai beberapa barang yang memang aku selalu dapat memiliki setiap apapun yang aku mau,,,,

Ternyata saat ini aku dapat merasakan bahwa apapun yang kita cintai dan apapun yang kita miliki itu hanya titipan Dari-Nya dan kapanpun Allah berkehendak untuk mengambilnya, maka semuanya akan hilang begitu saja,,,

Memahami hidup ternyata tak semudah kita mencintai sesuatu dan memilikinya karna terkadang itu hanya sebuah obsesi, namun memahami hidup berarti kita berusaha untuk tahu apa sih yang sudah kita kerjakan,,,??
kira kira itu semua sesuai tidak dengan ketentuan dari-Nya,,,???

setiap manusia memiliki masalah itu sudah jelas dan pasti, karna kalau tak bermasalah maka perlu dipermasalahkan tuch...!!!
dalam menghadapi masalah, Tuhan menguji kita, apakah kita lulus atau malah akan mengulang karna ternyata hasil ujiannya tidak bagus eeeemmmm yah kira-kira begitu, hanya saja ujian dari Allah tak berupa tulisan maupun lisan,,,,
percaya dech,  bahwa Allah tak akan menguji hamba-Nya dibawah batas kemampuan hamba itu sendiri,,,
kuncinya kita harus sabar dan berusaha mencari hikmah apa sih yang sudah Allah ajarkan melalui ujian itu,,,
positif thinking dan berusaha untuk selalu tersenyum,,,,

Semoga kita semua dimudahkan oleh Allah dalam memahami maksud Allah mendatangkan ujian itu kepada kita.... 
keep smiling :-)
Baca SelengkapnyaMemahami Hidup

Kamis, 02 Desember 2010

Wahai Hati yang sedang GELISAH_GUNDAH GULANA

Rasulullah ,Jawab Nabi ,  : untuk apa dunia ini bagiku, Aku didunia ini bagaikan seorang kelana yg berkendaraan, bernaung dibawah pohon, kemuidan ia pergi meninggalkannya. (H.R Tirmidzi)

Aisyah radiyallahu 'anha berkata :

"belum pernah perut Nabi ,  merasa kekenyangan sama sekali, dan tidak pernah mengeluh pada orang, dan ia lebih suka miskin dari pada kaya, bahkan adakalanya ia bermalam lapar, tetapi yang demikian itu tidak menghalanginya untuk berpuasa pada siang harinya, padahal andaikata ia mnta padaTuhan segala kekayaaan bumi dan buahnya, dan kesenangan hidupnya, pasti ia akan diberi, bahkan pernah Aku menangis kasihan melihatnya, dan mengusap perutnya dngn tanganku karena lapar, lalu aku berkata : Jiwaku akan aku korbankan untukmu, andaikan anda mengumpulkan dunia sekadar untuk makanmu, maka dijawab : Hai Aisyah, untuk apa bagiku dunia ini, saudara-saudaraku ulul azmi dan para Rasul telah tahan sabar menghadapi yg lebih berat dari ini, sampai mereka menghadap pada Tuhan, dan Allah memulyakan tempat mereka, dan tiada sesuatu yang lebih Aku suka dari pada segera bertemu dengan saudara-saudara dan kawan-kawanku itu.



Aisyah radiyallahu 'anha berkata : Setelah berkata sedemikian maka tiada tinggal kecuali sebulan lalu Rasulullah meninggal dunia

diriwayatkan :

Nabi Sulaiman 'alaihi salam dgn kebesaran kerajaan yang diberikan padanya, tidak pernah melihat kelangit karena khusyu' dan tawadhu' kepada Allah, bahkan ia suka memberi makanan-makanan lezat pada orang lain, sedang ia sendiri makan roti dari tepung sya'ir, dan ketika ditanya : Mengapakah kamu berlapar-lapar ? Jawabnya : Aku kuatir jika aku kenyang lalu lupa pada orang lapar.



Urwah bin Zubair radiyallahu 'anhu berkata :

Pernah Siti Aisyah radiyallahu 'anha bersedekah lima pulu ribu, sedang bajunya sendiri bertambal.
Baca SelengkapnyaWahai Hati yang sedang GELISAH_GUNDAH GULANA

CINTA SEORANG IBU

Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya.Suaminya sudah lama meninggal karena sakit.

Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya. Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan : "Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati"

Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya. Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung. pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi.

Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan
"Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya"
Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan. Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman.

Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah. Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan. Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan

Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan,rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut.
Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya.
Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya

Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada. Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah. Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat. Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah

Tahukah anda apa yang terjadi?
Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi, dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng. Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata. Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan. Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya

Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng.Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya

Demikianlah sangat jelas kasih seorang ibu utk anaknya.Betapapun jahat si anak, ia tetap mengasihi sepenuh hidupnya.

Marilah kita mengasihi orang tua kita masing masing selagi kita masih mampu karena mereka adalah sumber kasih Tuhan bagi kita di dunia ini
Sesuatu untuk dijadikan renungan utk kita...
Agar kita selalu mencintai sesuatu yang berharga yang tidak bisa dinilai dengan apapun...
Baca SelengkapnyaCINTA SEORANG IBU

Rabu, 01 Desember 2010

AmpunanMU...

Aku rapuh...
Aku lelah...
Aku rindu...
Aku ingin kembali...

Ya Allah...

Engkaulah Tempat ku berkeluh kesah, namun sebenarnya aku malu padaMU....

Aku malu dengan smua dosa-dosa ku...

Aku malu dengan semua kemunafikan yang kerap aku lakukan...
Aku malu terus meminta padaMU padahal ku tahu bahwa dosa-dosa ku berhamburan bagai pasir d pantai...
Aku malu Ya Rabb...
Malu....

Ya Allah...

Masih adakah harapku tuk kembali merasakan indahnya mencintaiMU...???

Ya Allah...

Hampa hati yang ku rasakan saat ini mungkinkah karna begitu besarnya dosaku,sehingga aku merasa hidupku tak lagi berharga tanpa AmpunanMU..??

Ampuni hamba Ya Rabb...

Aku ingin kembali fitri...
Aku ingin bisa memperoleh kemenangan...
Aku ingin bisa menjadi manusia yang lebih bermanfaat...

Namun tanpa AmpunanMU apalah arti semua harapan dan cita-citaku....

Baca SelengkapnyaAmpunanMU...

harapku,,,,

MengenaMu...
sungguh bahagia...

Ya Rabb...
sungguh malu aku padaMu...
lalai aku dalam setiap ibadahku,,,
tapi selalu mengharap kebaikan darMu...

Ya Rabb...
kemaksiatanku tak dapat lagi terhitung...
karna begitu banyaknya maksiat yang telah aq lakukan...
Tapi Engkau tak pernah meninggalkan aq walau aku begitu kotor...
sungguh malu aq padaMu Ya Rabb...

Engkau begitu sayang padaKu...
namun aq sia-siakan itu..
bodohnya aku....

Mohon jangan tutup pintu HidayaMu...
mohon jangan abaikan aku...
mohon ajari aku untuk menjadi yang lebih baik...

tapi....aku tak dapat berjanji tak melakukan kesalahan lagi...
karna aku manusia biasa Ya Rabb...
namun aku akan berusaha tak akan mengulangi kesalahan yg sama...
bantu aku Ya Rabb...
Baca Selengkapnyaharapku,,,,

Senin, 29 November 2010

Belajar dari kupu kupu

Seseorang menemukan kepompong kupu-kupu. Suatu hari dia melihat lubang kecil muncul pada kepompong tersebut. Dia duduk mengamati beberapa jam calon kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang itu memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu.

Kupu-kupu itupun keluar dengan mudahnya, namun tubuhnya kembung dan kecil dengan sayap-sayap yang mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa pada suatu saat sayap-sayap tersebut akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuh kupu-kupu tersebut, yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Tetapi semuanya tak pernah terjadi.Kenyataanya kupu-kupu itu malah menghabiskan seluruh waktunya untuk merangkak dengan tubuh kembung dan sayap-sayap yang mengkerut.Dia tidak pernah bisa terbang.

Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan oleh kupu-kupu untuk melewati lubang kecil itu ternyata adalah jalan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu ke dalam sayap-sayapnya sedemikian rupa, sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.


Kadang-kadang perjuangan adalah sesuatu yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan mungkin itu justru akan melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang dibutuhkan untuk menopang cita-cita dan harapan yang kita inginkan. Kita mungkin tidak akan pernah “terbang”.

Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kita memohon kekuatan, tetapi Tuhan memberikan kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar. Kita memohon kebijakan,tetapi Tuhan memberikan berbagai persoalan hidup untuk diselesaikan agar kita bertambah bijaksana. Kita memohon kemakmuran, tetapi Tuhan memberi kita otak dan tenaga untuk dipergunakan sepenuhnya untuk mencapai kemakmuran. Kita memohon keteguhan hati, tetapi Tuhan memberi bencana dan bahaya untuk diatasi. Kita memohon cinta, tetapi Tuhan memberi kita orang-orang bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai. Kita memohon kemurahan dan kebaikan, tetapi Tuhan memberi kesempatan-kesempatan yang silih berganti.

Begitulah cara Tuhan membimbing kita. Kadang Ia tidak memberikan yang kita minta, tapi yang pasti memberikan yang terbaik untuk kita. Kebanyakan kita tidak mengerti atau mengenal, bahkan tidak mau menerima rencanaNya. Padahal justru itulah yang terbaik untuk kita. Tetaplah berjuang dan berusaha. Jika itu yang terbaik, maka pasti Tuhan akan memberikannya untuk kita.
Baca SelengkapnyaBelajar dari kupu kupu